Sangit, Cara Paling Ampuh untuk Mati, dan Orkes Tanah Belakang
Sangit
Ahai, inilah kisah si Kurus Putih
Kutulis ketika ia bangun dan bercerita tentang mimpi
Belum genap tiga puluh tiga langkah
Ia sudah tak sanggup lagi
Perih kedua bola matanya
Lima sampai tujuh kedipan per detik
Gurat garis-garis tampak di dahi
Jikalau ia melangkah lagi
Sangit itu semakin menjadi
menusuk
masuk
ke paru-paru
Dada seperti dihujam oleh puluhan belati
Sekadar bernapas pun ia tertatih-tatih
Mangkin menjadi-jadi, sangit itu tak berhenti
Apa yang dimakan api di depan sana?
Harapku, ia tahu apa yang ada di sana
Apalah daya, mimpinya terhenti olehku
Cara Paling Ampuh Untuk Mati
Ketika mereka berkata
Dan kalian percaya
Itu adalah cara paling ampuh untuk mati
Segala buih-buih manis yang keluar bersama dengan air ludahnya
Bagai racun paling manjur untuk mengikis denyut hidup
Segala keputusan yang digadang-gadang akan berdampak baik bagi kalian
Tidak lain hanya sebagai tali yang mencekik leher
Penanda mereka adalah tuan dari peliharaan yang bodoh
Segala kepedulian yang ditampilkan dari iblis yang meminjam tubuh manusia
Tertuju untuk tipu muslihat demi suara yang harus dimenangkan
Dengan segala kebodohan itu, kalian masih percaya?
Selamat!
Anda telah menemukan cara paling ampuh untuk mati
Orkes Tanah Belakang
Terus menerus berbunyi.
Meninggalkan riuh yang berisik.
Batu beradu dengan besi.
Besi beradu dengan tanah.
Burung-burung berpindah lebih tinggi. Air turun lebih keruh.
Kendati berhenti, mereka terus meraung-raung.
Pagi, siang, dan malam.
Orang-orang tetap membuka pintu, menyalakan televisi, menghidangkan sarapan.
Tak berhenti, terus menerus berbunyi.
Dari arah bukit, balok-balok kayu datang berkubik-kubik.
Berjejer di punggung gajah besi.
Tak terhitung banyaknya.
Karnaval tak pernah berhenti
Terus menerus berbunyi
Orkes dari atas bukit, turun ke tanah belakang kami.
Penulis:
Agung Syahputra, lahir di Jambi, 15 Agustus 2003. Mahasiswa S-1 Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Universitas Jambi, juga anggota dari Yayasan Teater AiR Jambi. Aktivitas pementasan yang pernah dilakukan bersama Teater AiR Jambi, yaitu Laron (2022), Bungin (2022), Telur Itik (2022), Tembak (2023), dan Tuhan Tolong Bunuh Emak (2024). Pernah menjadi Aktor Terbaik FTR Jambi tahun 2022, Juara 3 Baca Puisi Putra pada Peksminas XVI, Juara 1 Lomba Esai Sastra Kategori Mahasiswa pada Festival Bahasa dan Sastra Kerinci tahun 2023, Juara Harapan 4 Sayembara Naskah Monolog TBJ tahun 2024, dan Penulis Cerita Anak Dwi Bahasa BBPJ tahun 2025. Mempunyai impian memiliki keluarga yang harmonis. Sekilas keseharian bisa dilihat di Instagram @ano_xye.

