SI ANJING REMAJA
Ahai, kutulis ini karena bingung menentukan anjing jenis apa yang ada di depan.
Percayalah, kalian juga pasti bingung. Kampung? Herder? Bulldog? Atau malah serigala?
/I/
Seekor anjing coklat dengan tubuh tidak besar menyalak
Di lehernya ada kalung dengan kepingan logam kecil membentuk huruf Z
Nyaring betul
Apa katanya?
Tuhan, andai aku mengerti bahasa binatang
Pasti sudah terjadi percakapan intim
Sepertinya, anjing ini marah
Tapi kenapa?
Binatang ini yang datang sendiri
Mengerang-ngerang
Tetes liurnya jatuh
Ah, najis betul.
Ampun, tak tahan lagi.
Kugertak
Ia lari menjauh
/II/
Mati aku
Anjing itu datang lagi
Kali ini berdua
Tapi tak ada salakan.
Anjing tadi menjilat bulu anjing lainnya
Oh, mungkin itu betinanya.
Tunggu
Anjing mana yang betina?
Kulihat dengan teliti
Rupanya, anjing di awal yang jantan.
Sebab buah zakarnya tergantung
Sungguh tak tahu malu
/III/
Datang lagi anjing jantan lain
Kenapa banyak sekali binatang ini pikirku
Lebih besar
Hitam
Tapi tidak setampan anjing pertama
Anjing ini terlihat seperti preman jalanan
Ia lewat dengan santai di depan pasangan anjing itu
Si betina melirik
Pejantannya menyalak
Tapi si hitam tak mau meladeni anjing yang lebih kecil
Barangkali anjing kecil itu merasa tersaingi
Barangkali juga si betina lebih suka yang begajulan
Oh, betul rupanya.
Pejantan menyalak
Menggigit leher si betina
Si betina mengaing-ngaing
Ketakutan
Jantan yang tak jantan
Harusnya ia gigit si hitam
Kalau memang berani
Apalah salah si betina
Melihat pun tak boleh
/IV/
Si jantan pergi
Meninggalkan betinanya yang kesakitan
Ia mulai bergabung dengan anjing-anjing lain
yang kurang jantan sepertinya
Jantan itu bertingkah seperti alfa
Mungkin karena ia di tempat yang benar
Sepertinya ia merasa lebih dihargai
Ah, padahal ia berkumpul dengan kawanan anjing pecundang
Merasa hebat di antaranya
Oh, aku mengerti sekarang.
Ia cuma anjing remaja yang mencari jati diri dan berpura-pura menjadi serigala.
BIONARASI PENULIS
Agung Syahputra,
lahir di Jambi, 15 Agustus 2003. Mahasiswa S-1 Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Universitas Jambi, juga anggota dari Yayasan Teater AiR Jambi. Aktivitas pementasan yang pernah dilakukan bersama Teater AiR Jambi, yaitu Laron (2022), Bungin (2022), Telur Itik (2022), Tembak (2023), dan Tuhan Tolong Bunuh Emak (2024). Pernah menjadi Aktor Terbaik FTR Jambi tahun 2022, Juara 3 Baca Puisi Putra pada Peksminas XVI, Juara 1 Lomba Esai Sastra Kategori Mahasiswa pada Festival Bahasa dan Sastra Kerinci tahun 2023, Juara Harapan 4 Sayembara Naskah Monolog TBJ tahun 2024, dan Penulis Cerita Anak Dwi Bahasa BBPJ tahun 2025. Mempunyai impian memiliki keluarga yang harmonis. Sekilas keseharian bisa dilihat di Instagram @ano_xye.
