Tempakul, Lumpur, dan Pagi
Pagi-pagi, ketika air sungai mulai menyusut, ada pemandangan menarik di tepian. Beberapa ekor hewan tampak melompat di atas lumpur, bergerak cepat, lalu berhenti seolah sedang mengawasi keadaan.
Tempakul, begitu masyarakat Sungai Jambat menamainya. Di tempat lain, ada juga yang menyebutnya Belodok. Ia tergolong ikan yang unik, hidup di dalam air sekaligus di daratan berlumpur.
Sungai Jambat berbatasan langsung dengan laut. Sungainya mengalami pasang dan surut. Ketika air pasang, Tempakul sulit terlihat. Ia kembali muncul di tepian ketika air surut.
Tempakul tidak dikonsumsi. Namun, keunikannya justru menarik untuk dikisahkan. Tingkahnya yang lincah di antara lumpur, air, katak, dan capung seolah menyediakan dunia kecil yang penuh cerita.
Untuk mengetahui keseruan Tempakul bersama katak dan capung, kisahnya dapat dibaca dalam Tembo Kangkuk, Kekatuk, dan Belodok.
Penulis: Oky Akbar
